Entri Populer

Monday, 14 November 2011

Agatha Christie: Rumah Gema (The Hollow)

Rumah Gema (1946)


Rumah gema menceritakan mengenai cinta: patah hati, perasaan mencintai, cemburu, dan amarah. Lalu ada pula persahabatan, jika bisa disebut demikian. Korban yang "dipilih" Agatha Christie kali ini adalah seorang dokter. Tertembak.Siapa, mengapa, dan bagaimana merupakan hal yang cukup membingungkan selama kita mengikuti alur ceritanya. Seolah-olah, semua orang mungkin sekali menjadi pelakunya. Hercule Poirot pun merasa pusing dan ia tetap merasa ada drama dalam pembunuhan itu. 

Sinopsis:

Seorang dokter, John, erusia 40-an: tampan, pintar, dan ramah pada orang-orang (terutama pada pasien-pasiennya). Dokter ini mempesona setidaknya tiga wanita yang sama-sama mencintainya dengan cara berbeda-beda.

Yang pertama adalah istrinya, Gerda. Wanita ini lebih tepat dikatakan lebih dari sekedar mencintai. Gerda memuja suaminya seolah suaminya adalah manusia paling sempurna di dunia. Dan, laki-laki itu telah memilih dirinya menjadi istrinya. "Betapa beruntungnya aku," begitulah pikirnya selalu. Sehingga, dia selalu menerima perlakuan John meskipun kadang kasar (dalam ucapan). Orangnya lamban dan cenderung dianggap bodoh. Meskipun sebenarnya, dia yang memilih dianggap demikian.

Yang kedua adalah selingkuhan John, Henrietta, seorang pematung berbakat. Rasa cintanya kepada John, meskipun sangat dalam, tetap ditunjukkannya dengan sikap yang tegas. Hal ini sering membuat John merasa dirinya bukan yang nomor satu bagi Henrietta. Tapi, sikap itu pula yang mebuat John tetap mencintai Henrietta.

Yang ketiga adalah (sorry, lupa namanya siapa-di buku catatan saya, saya kosongkan), seorang artis cantik. Mantan kekasih John sekitar lima belas tahun yang lalu. Kecantikannya itu disertai dengan keegoisan untuk memperoleh segala yang dia inginkan, termasuk John.

Tragedi itu terjadi ketiga keempat tokoh tersebut (dan beberapa tokoh lain tentu) sedang bertemu di sebuah rumah peristirahatan. Perselingkuhan John dan Henrietta selama ini tertutupi dengan baik. Namun, berbeda dengan artis cantik tersebut. Dia dengan sengaja telah menunjukkan pesonanya dan menunjukkan bahwa dia "menginginkan" John kembali. Sayangnya, meskipun sempat terpesona dan melakukan pertemuan, dr. John menolak artis cantik tersebut. Hal ini membuat sang artis murka. 

Keesokan harinya, dr. John tertembak. di tepi kolam renang rumah peristirahatan tersebut. Dia diketemukan sebelum mati. Dan sebelum mati, dr. John menatap salah satu wanita yang dicintainya dan menyebut namanya, "Henrietta...".

***


cover sebelum terbaru.
Sebenarnya, saya kurang suka gambar Poirot di sini.
Dia terlihat terlalu kurus dan kurang imut. :)

ini cover sebelum yang di sebelah.
cover terbarunya, g dapet.... :(











Sedikitnya, sudah tiga kali saya membaca buku ini. Seringnya, karena saya sudah lupa bahwa saya sudah pernah meminjamnya. Saat saya mulai membaca buku ini kemarin, sebenarnya saja jadi agak tidak bernafsu karena sepertinya saya sudah begitu hafal dengan detail-detail kejadian di dalamnya. Tapi saya lakukan juga. Hingga tadi siang saya menyelesaikannya dengan terburu-buru karena sudah pukul sepuluh dan perpus kampus saya itu akan istirahat satu jam kemudian. Dan saya harus mendapatkan buku lagi sebelum libur. 
(Catatan ini saya tulis tanggal 20 Maret 2009. Saya lupa libur apa. yang saya maksud. Tapi kalau libur semester, berarti saat itu saya pasti kecewa, karena sebelum libur semester semua buku di kampus saya harus dikembalikan dan baru boleh dipinjam lagi ketika memasuki semester baru.)

Demikianlah. Novel ini lebih menonjolkan sisi romantisnya daripada misteri.
Tapi, tidak terlalu buruk, kok. 
Coba saja baca....

Saya harap, cara saya menulis sinopsis semakin baik.
Nah, terima kasih sudah mampir (>.<)//

2 comments:

  1. bagus koq. Coba baca juga resensi buku yang sama di ' resensi buku ala esa' di esanugrahaputra.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Wah, makasih...
    ternyata ngurus tulisan di blog itu perlu pembiasaan. Kalo nggak telaten, ya begini. Vakum. He...
    Oke, Mas, segera mampir ke blognya :)

    ReplyDelete

Pages

There was an error in this gadget