Entri Populer

Wednesday, 7 January 2015

Lord Loss karya Darren Shan



Buku ini bercerita tentang hidup Grubitsch Grady. 
Dia remaja biasa, dari keluarga yang suka bermain catur. Suka sekali. Cerita dibuka dengan kisah si Grubby ketauan ngerokok. Ibunya dateng ke sekolah, ngomel2 sama Bapak Kepala Sekolah. Setelah itu, barulah Grubby tau kalo yang ngebocorin soal dia ngerokok ke ibunya adalah kakaknya, Gret. Buat bales dendam, Grubby bikin jebakan pake bangkai tikus buat Gret. Efeknya ternyata nggak selucu yang dia kira. Dan, dia dihukum dikurung di kamar selama satu bulan penuh.

Tapi, baru 19 hari, masa hukumannya selesai. Dipercepat kata keluarganya--hal yang sebelumnya nggak pernah terjadi. Selain itu, Gret tiba2 ngasih dia hadiah.

Merasa keluarganya bertingkah aneh, Grubby merasa ada yang salah. Kecurigaannya mulai terbukti. Ketika dia "dipaksa" menginap di rumah bibinya, diam-diam dia kembali ke rumah.

Di sana, dia melihat neraka.

Orang tuanya dan Gret, kakaknya, dibantai oleh... iblis.


Grubby selamat, tapi hidupnya nggak sama lagi.... Nggak ada yang percaya kalo iblis yang membunuh keluarganya. Orang2 mengira dia mengalami shock berat karena melihat langsung pembantaian itu. Sampai datang pamannya, Dervish. Dia menyebut nama pimpinan iblis itu: Lord Loss.
Penasaran, Grubby melawan ketakutannya, berusaha keluar dari rumah sakit jiwa, agar bisa mendengar lebih banyak dari Dervish.

Berhasil. Grubby pun tinggal dengan Dervish. Di rumah pamannya itu juga banyak papan catur.

Awal tinggal di sana, Grubby belum berani membahas mengenai Lord Loss. Kata Dervish, Grubby di sana aman karena rumahnya sudah dimantrai. Bagi Grubby, itu sudah cukup.

Grubby berteman dengan Billy E-Spleen, seorang remaja desa yang dekat dengan Dervish, dan memiliki beberapa bukti bahwa Dervish adalah ayahnya.

Hidup Grubby tampaknya akan kembali normal, hingga Billy mengemukakan kemungkinan bahwa Dervish adalah manusia serigala. Dan Grubby menemukan kurungan besi di ruang bawah tanah.

Ketika malam bulan purnama, Grubby dan Billy mengikuti Dervish.

Dan ternyata....

 

Dan ternyata, bukan kebetulan keluarganya suka bermain catur.
Dan ternyata, ada kaitan antara keluarganya dan Lord Loss.




Judul: Lord Loss (Demonata #1)

Penulis: Darren Shan
Penerbit: Gramedia
Tahun Terbit: 2009
Satu kutipan yang saya suka dari buku ini:

Sebuah pertanyaan yang tidak diajukan adalah hal paling tidak berguna di dunia. --p. 99


 

***
 

Beli buku ini disaranin temen. Katanya, ini penulis horor terkenal (sebelumnya nggak kenal sama sekali). Karena dulu lagi pengen memperluas bacaan, dan buku ini lagi diskon (kalo nggak diskon ya mending beli Agatha Christie buat nggenepin koleksi). *iya, memang rada pelit saya* (-_-")

Jadilah, beli.

Itu..., 2 tahun yang lalu. 

Baru sempet dibaca sekarang... (~..~") *eimb, kalo kumat malesnya emang kebangetan.

Awalnya kurang nyaman baca diksi yang kelewat sarkas--tapi kayaknya emang gitu gaya ngomong remaja di sanah.

Tapi tetep baca karena gaya berceritanya bikin penasaran.
Tapi, penjabaran situasi gaya Darren Shan ini irit. Model patah2.
Menurut saya sih tetep enak dibaca, cuma g biasa aja...

Dan, ending-nya... bagus >_<

Jadi, empat bintang untuk karya Darren Shan yang pertama kali saya baca ini. 

Berharap bisa baca karya-karya dia yang lain. Segera...(>.<)/ 
*ada yang mau minjemin?--pelitnya keliatan lagi—
NB: masih dalam rangka penyegaran blog yang udah lama pingsan, tulisan ini juga masih kopi-paste-revisi dari review di Goodreads.

No comments:

Post a Comment

Pages

There was an error in this gadget