Entri Populer

Friday, 23 October 2015

Baca Ulang Komik Lawas, Detektif Kindaichi (Mengenang Taman Bacaan yang Mulai Langka)

Baca Ulang Komik Lawas; Detektif Kindaichi
(Mengenang Taman Bacaan yang Mulai Langka)

Pada masa saya kuliah, di dekat kampus ada taman bacaan Cendekia—atau Cendikia, ya? Lupa.

Itu adalah surga hiburan sebelum zaman facebook dan akun sosmed lainnya berserakan seperti sekarang. Dulu..., baru ada friendster, dan mIrc—yang seangkatan, manah suaranyaaa?

Dengan mahasiswa yang kalo pake sepeda masih biasa aja, demikian juga jalan kaki, maka hiburan yang bisa dicari pun berkutat di seputaran kampus. Bagi kami, yang lebih suka baca buku baru daripada beli tas atau sepatu baru tapi nggak mampu beli, taman bacaan adalah solusi.

Harga sewa komik lama cuma 500. Bukan cuma komik, di Cendekia juga ada novel-novel dan majalah-majalah baru dengan sewa sekitar 10% dari harga asli. Kalau dirasa kemahalan—saya ngerasa kemahalan, ngahahahah—tunggu aja barang dua minggu, nanti juga masuk ke harga sewa komik lama. Tapi ya antrenya masih panjang.... Itu juga kalo komiknya nggak disikat yang minjem atau nggak disobek halaman passs banget di bagian uhuk uhuk atau nggak banyak bekas sidik jari karena peminjam sebelumnya baca komik sambil ngemil minyak goreng. 

Oke, cukup. Mending khusus taman bacaan saya bikin tulisan sendiri kayaknya.

Masuk ke Kindaichi. Ada yang nggak kenal?

Saya perkenalkan, dia adalah cucu detektif terkenal, Kosuke Kindaichi. Bakat kakeknya melengkahi satu generasi dan menurun kepada Kindaichi ini.

Karakternya sebagai detektif adalah... sedikit saru, malas belajar pelajaran formal, tapi kalo sudah terkait kasus, analisisnya bagus. Seperti detektif lain, tentu perlu ada bumbu cinta. Miyuki, teman semasa kecil Kindaichi yang menjadi pemanis dalam buku ini.

Kalau biasanya baca Conan, komik ini bisa jadi selingan...yang nggak santai. Soalnya, kasusnya selalu menyeramkan. Pembunuhan berantai yang mengandung teka-teki. 

Komik ini tamat dalam 27 seri dengan 19 kasus di dalamnya.
Banyak yang mengira, Fumiya Sato, salah satu pengarang komik ini, adalah laki-laki. Tapi, sebenarnya dia adalah perempuan.
Kalau nggak suka yang suram, Kindaichi bisa ditemui di serial lainnya. Ada Kindaichi File sama Kindaichi Case—kalo nggak salah, yang masih beredar kumplit di Gramed. Isinya lebih santai. Paling seru kalo setting-nya di sekolah. 

Saya baru selesai baca yang seri  1-27. 

Komik ini bikin ketagihan...kalo yang suka cerita detektif dan pembunuhan. Yah, baca ulang gregetnya memang beda dengan baca pertama kali. Tapi, ini bener-bener kegiatan nostalgia yang menghibur. Terkenang masa-masa berkutat dengan tumpukan komik, es teh, dan camilan di akhir pekan.
Jomblo?
Biarin.
Nggak Hang out?
Nggak masalah.
Asal ada bacaan, es teh, dan camilan—kadang cukup bacaan—weekend pasti bakal seru!
Bahagia itu sederhana. (^-^)

Terima kasih, Taman Bacaan Cendekia....
Yak, itu dulu.

2 comments:

Pages

There was an error in this gadget