Entri Populer

Thursday, 20 October 2016

Teringat Agatha Christie Jam Dua Pagi

Modus kejahatan menggunakan semacam narkoba--sehingga pasien seakan mendapat ketenangan dari pengobatan--demi menggaet harta mereka sudah sejak lama dipraktikkan.
Buktinya, Agatha Christie pernah menceritakan kisah demikian dalam salah satu bukunya. Bahkan, yang dibuat Agatha sistem kejahatannya lebih rapi sehingga wajar jika sulit dideteksi. Mungkin, hal ini juga bisa jadi salah satu alasan kenapa kita perlu membaca karya, meskipun cuma sekadar fiksi belaka. ----- Saya nyaris dengan pede akan posting status itu di facebook dengan menampilkan judul buku tersebut. Seingat saya, buku itu berjudul Destination Unknown (Menuju Negeri Antah Berantah). Tapi, demi meyakinkan diri, sebelum posting saya cek ulang. Dan setelah menemukan buku itu, kemudian membaca back cover-nya, kok beda. Kok nggak ada Poirot?



Jadi, bukan buku yang ini? Ingatan saya sudah berkhianat. Ini menyebalkan. Maka, saya mulai menelusur judul2 Agatha dan tetap tidak menemukannya. Saya perna membacanya, itu saya yakin. Hanya saja... nah, kalau tidak ada dalam judul novel tentulah cerpen. Dan kumcer Poirot tidak banyak. Jadi, cepat ketemu. Cerita yang saya maksud adalah: "Geryon dan Binatang2 Gembalaannya" Dalam buku The Labours of Hercules (Tugas-Tugas Hercules).

Baiklah, sekarang saya bisa tidur. Besok..., buku Menuju Antah Berantah harus saya baca.

Postingan ini akan jadi kenangan ketika suatu saat nanti saya baca ulang. Ternyata, saya pernah teringat Agatha Christie jam dua pagi.

Friday, 7 October 2016

The Devil’s whisper (ulasan)







Judul: The Devil’s whisper
Penulis: Miyuki Miyabe
Penerbit: Serambi
Tahun terbit: 2012; cetakan II
Tebal: 413 halaman


"Yang buruk adalah kau mencari-cari alasan untuk menjelaskan apa yang telah atau tidak kau lakukan."--p. 117

Tiga orang gadis muda yang cantik mati. Di tempat berbeda, dengan cara berbeda.

Gadis keempat, Kazuko Takagi, mulai khawatir. Mereka semua memiliki kaitan. Dia pernah memiliki kaitan dengan ketiganya. Mungkinkah dia yang berikutnya diincar?

Tapi, ketiga gadis itu tidak dibunuh. Mereka semua bunuh diri.
Benarkah seseorang bisa didorong untuk melakukan bunuh diri? Dengan cara apa?

Merasa keselamatannya terancam, Kazuko Takagi berusaha menghilang.

***

Kaitan Mamoru, seorang pemuda SMA biasa, dengan kasus tersebut adalah karena pamannya dituduh melakukan kelalaian menerobos lampu merah sehingga menyebabkan seorang gadis mati (gadis ketiga, Yoko Sugano). Rekor paman Mamoru sebagai sopir teladan selama ini seakan tidak berarti. Ia ditahan hingga proses penyelidikan selesai.

Merasa pamannya terancam menjadi tahanan, Mamoru berusaha menyelamatkannya. Ia mulai menyelidiki masa lalu korban. Dan menemukan kenyataan bahwa gadis itu pernah menjadi….

Oke, di sini ada spoiler. Kalau penasaran sama isi bukunya, silakan baca dulu.

Pages

There was an error in this gadget