Entri Populer

Monday, 30 January 2017

Pengumuman Pemenang Giveaway buku Dark Romance karya Zephyr

Selamat hari Senin...

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua yang sudah meluangkan waktu untuk ikutan giveaway #DarkRomanceGA ini.

Betewe, di tengah jalan, salah satu kawan cerita kalau dia kesulitan ngopi link share. Jadi saya suruh kasih akunnya aja. Nggak masalah. 

Sebenernya, ada ketentuan yang sepertinya terlewat oleh beberapa kawan. Mengenai batasan maksimal alasan jawaban, yaitu: 3 kalimat. 

Jadi, setelah membaca dengan saksama jawaban kawan-kawan, kami (lah, ternyata jurinya rame~~~ :D) memilih jawaban berikut:



Di mata saya, meski cinta itu kadang tak direstui
tak ada alasan untuk tidak memperjuangkannya. 


Sebab jodoh itu adalah manifestasi dari perjuangan 
dua orang yang sama-sama saling mencintai. 

Cinta yang tidak diperjuangkan, adalah cinta yang tidak akan dimenangkan.




Selamat kepada:




Buat yang lain, masih ada kesempatan di tiga blog berikutnya.


Pekan 2 (30 Jan - 5 Feb): pinksreview.wordpress.com
Pekan 3 (6 - 12 Feb): irbatko.wordpress.com
Pekan 4 (13 - 19 Feb): romanitamore.blogspot.co.id


Jangan menyerah....
(ˆˆ) 

Monday, 23 January 2017

Semacam LDR yang Beneran Jauh—(Review dan Giveaway buku Dark Romance karya Zephyr)


“Cinta bukan sesuatu yang bisa kau paksakan.”—p. 83


Seperti diketahui—oleh diri saya sendiri—saya jarang baca romance. Dan jarang tertarik sama cerita fantasi. Tapi, ketika buku ini sudah matang dari penggorengan selesai cetak, saya jadi tertarik menjadi salah satu yang mereview.
Alkisah....
“Di bawah naungan Freya—dewi kesuburan—Kerajaan Asyre yang agung ini berdiri. Tiga bangsa terbesar penghuni Kerajaan Asyre hidup berdampingan dalam damai. Bangsa devoile yang membawa sifat-sifat kegelapan dalam darah hitam mereka, bangsa fyriel dengan kebaikan berpendar dalam cahaya tubuh mereka, dan yang terakhir bangsa manusia—membawa kegelapan sekaligus cahaya di hati yang tersembunyi dalam tubuh lemah mereka.
“Namun kedamaian itu tak bertahan lama ketika seorang anak manusia bernama Hayden menemukan sebuah tambang legenda—Escudo. Senjata yang ditempa dari kristal Escudo sanggup membunuh bangsa devoile yang konon tak mempan serangan senjata apa pun….”—p. 9

Faye adalah seorang gadis bangsa fyriel yang lemah, terlihat dari pendar di sekitar tubuhnya. Tapi, ia telah membuat Kyrion, anak panglima perang kerajaan, jatuh hati. Meskipun demikian, Faye merasa tidak mencintai Kyrion. Apalagi, ada sahabatnya yang sejak lama terang-terangan mencintai pemuda itu.
Menjalani kisah gantung antara kakak-adik-zone dan cinta segitiga, Faye menjalani hidupnya tanpa terburu-buru.
Perubahan tempo dalam hidup Faye mulai terjadi ketika ia bertemu dengan seorang bangsa devoile bernama Eugene. Bukan sembarangan pemuda, Eugene adalah putra mahkota.
Meskipun saling tertarik, keduanya sadar mereka akan menjalani semacam LDR. Dan jarak di antara mereka bukan sekadar jarak. Kedua bangsa mereka bahkan masih saja berselisih. Bagaimana mereka menghadapinya?
Seperti dibilang di blurb buku ini, rasa tertarik keduanya dimulai karena rasa penasaran. Seharusnya, jika saling bersentuhan bangsa fyriel dan bangsa devoile akan saling menyakiti. Tapi, hal tersebut tidak berlaku bagi mereka berdua. Bagaimana bisa?
Jawabannya ada. Buku ini nggak menyisakan tanda tanya. Yang menarik justru ending-nya yang tak terduga. 
***
Tiga bintang untuk buku ini.
Judul: Dark Romance
Penulis: Zephyr
Penerbit: Senja
Tebal: 204 halaman
Tahun Terbit: Januari 2017
ISBN: 9786023913268
***
Nah, saatnya giveaway. Akan ada satu buku Dark Romance untuk kamu yang beruntung.
Caranya nggak ribet, kok.
  1. Kudu follow Twitter @divapress01 atau like FB Penerbit DIVA Press.
  2. Jawab pertanyaan ini: Menurut kamu, cinta tak direstui perlu diperjuangkan atau ditinggalkan? Berikan alasan dalam maksimal tiga kalimat.
  3. Share link giveaway ini melalui media sosial kalian (nggak harus Twitter) dengan hashtag #DarkRomanceGA (boleh mention saya di @muhajjah_)
  4. Tulis nama, link share, alamat email, dan jawaban pada kolom komentar di bawah.
  5. Pastikan alamat kamu di Indonesia.
  6. Jawaban ditunggu satu minggu dari sekarang. Pengumumannya Senin depan, 30 Januari 2017. 

Jangan lupa pantengin terus perjalanan GA buku ini di blog-blog selanjutnya.


Pekan 2 (30 Jan - 5 Feb): pinksreview.wordpress.com
Pekan 3 (6 - 12 Feb): irbatko.wordpress.com
Pekan 4 (13 - 19 Feb): romanitamore.blogspot.co.id

Nah, semoga beruntung. (  ʃƪ)

Friday, 20 January 2017

Sekantung Tulang, Sekantung Harapan--Review The Bag of Bones karya Vivian French)

 
Dokumentasi Pribadi 

Ketika beberapa waktu lalu saya sedang butuh bacaan ringan yang bukan komik, saya teringat Jubah Tengkorak karya Vivian French. Karena dulu efek buku itu baik bagi saya, maka saya buka segel buku seri keduanya.
Kantong Tulang (The Bag of Bones) merupakan petualangan baru. Masih ada Gracie Gillypot, Pangeran Marcus, Marlon si kelelawar dan keponakannya, serta Gubble si troll.
Mereka berlima kali ini membantu Loobly Higgins.
Loobly adalah salah satu penghuni rumah yatim piatu di desa. Rumah itu dikelola oleh Buckeup Brandersby, pria yang mementingkan uang di atas segalanya.
Anak-anak itu harus bekerja untuk dapat makan, dan uangnya masuk ke kantongnya.
Loobly adalah saksi tentang kedatangan seorang penyihir jahat yang mempunyai sekantong tulang ajaib yang akan menebarkan kabut ungu. Penyihir itu ingin jadi ratu. Dan para pitarah purba yang melihat ramalan itu di salah satu jahitan mereka mengirim pasukan mini tadi untuk membantu mengatasinya.
Lagi-lagi, kisah tentnag anak kurus yang menderita di tempatnya semula. Kemudian, seperti dongeng pada umumnya, mereka mendapat kehidupan yang lebih baik setelah mengalami petualangan. Atau, memberanikan diri memulai petualangan.
Mungkin, ketika melihat orang dalam tekanan dan bertahan, pertanyaan Gracie Gillypot akan terlontar juga dari bibir kita:
“Apa kalian tidak ingin melarikan diri?”
Dan mungkin kita akan mengerti ketika mendengar jawaban:
“Ke mana aku harus pergi?”—p. 129
Mungkin, selama ini, orang-orang yang bertahan, sama seperti dalam dongeng ini, bertahan karena tidak melihat tempat lain yang lebih baik dari posisinya saat ini.
Toh, di sana atau di sini sama saja. Agak mengkhawatirkan memang, pemikiran demikian. Karena itu, anak-anak dan bahkan orang dewasa perlu membaca. Agar tidak takut dengan penyihir yang punya sekantung penuh tulang. Karena sesungguhnya, kita juga punya sekantung penuh harapan. Hanya butuh keberanian untuk melihat dan meraihnya.
Begitulah. Dongeng memang bacaan untuk segala usia.
Rupanya, kebaikan yang ditebarkan oleh dongeng membawa efek baik bagi kejiwaan—jiwa saya setidaknya. 


Tiga Bintang untuk Buku ini
Judul: Sekantung Tulang (The Bag of Bones)
Penulis: Vivian French
Halaman: 252
Tahun Terbit: 2015
Penerbit: Atria
ISBN: 9786021440261

Friday, 13 January 2017

Biarkan Imajinasi Si Kecil Mendominasi (Ulasan Buku Dongeng Tujuh Menit karya Clara Ng)


foto oleh: Amalina

Saya belum pernah membaca karya Clara Ng yang novel. Tapi, buku anaknya sudah beberapa. Dan sejauh ini pinjam kawan semua. Ahahahah….

Buku anak Clara Ng selalu disiapkan dengan baik. Hard cover dan full color. Sementara Kira yang masih dua setengah tahun masih belum tertarik membaca.

Ketika saya meminta Kira memilih antara tiga buku Clara Ng yang saya pinjam, dia memilih yang warna kovernya oranye, yang paling mencolok.

Setelah buku itu tidak menarik lagi baginya (cuma bertahan dua setengah cerita), saya mengambil buku ini. Dan Kira paling heboh melihat Bugi si hiu.

Berisi tujuh cerita, buku ini memiliki kisah-kisah tidak biasa.

Kancil yang Baik
Track record Kancil dalam cerita dan lagu yang sering kita dengar adalah pencuri, kan?

Si kancil anak nakal
Suka mencuri ketimun
Ayo cepat ditangkap
Jangan diberi ampun

Ketika kuliah Sastra Anak, saya mendapat kabar bahwa sudah ada penelitian mengenai pengaruh kisah-kisah (lagu saya masukkan) terhadap pemikiran anak. Anak-anak terlalu banyak diberi kisah putri sehingga menderita Cinderella Syndrom, atau seperti kata Mafalda, terlalu banyak kekerasan dalam buku anak. “Aneh! Bukannya untuk usia berapa pun berciuman lebih baik daripada berbuat kejahatan?” (Mafalda 2, p. 49). Ya nggak berciuman juga, sih. Tapi memang menunjukkan kasih sayang lebih baik daripada pembunuhan. Beberapa peneliti sudah mulai berusaha melakukan pembenahan kisah-kisah dongeng yang dulu disampaikan kepada anak-anak. Diperbaharui.

Seperti yang dilakukan kancil. Ia ingin memperbaiki nama baiknya, terutama pada Pak Tani dan Buaya. Ia mendatangi Pak Tani dan Buaya. Awalnya, Pak Tani marah dan mengusir kancil, mengira kancil hendak mencuri timunnya lagi. Buaya juga mengira kancil hendak menipunya lagi. Tapi, karena kancil pantang menyerah, Pak Tani dan Buaya pun akhirnya percaya kepada kancil.


Air Mata Buaya
Istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan istilah aksi menangis yang berpura-pura.

Asal mula istilah tersebut sebenarnya berdasarkan penelitian ilmiah, lho. Dulu, buaya sering kedapatan menangis sambil memakan mangsanya. Tapi, penelitian menemukan bahwa air mata itu untuk mengeluarkan kelebihan garam dalam tubuhnya, bukan karena penyesalan.

Nah, kalau di kisah ini, Si Buaya benar-benar tulus. Buaya adalah anak yang sensitif. Bisa dibilang lebay. Minum kawannya tumpah, dia menangis sedih. Sup terkena cat sehingga tidak bisa dimakan lagi, dia menangis. Saking tulusnya, kawan-kawan dan Bu Guru pun ikut terbawa dan ikut menangis.

Kisah ini agak lebay. Gurunya tidak bersikap sebagaimana baiknya seorang guru menurut saya. Kisah ini bisa digunakan untuk mengajarkan perbedaan sifat kepada anak-anak, bahwa ada juga yang sensitif seperti buaya. Tapi ya gurunya nggak ikut nangis juga….    

Bugi Hiu Suka Senyum
Ini Kira heboh lihatnya, soalnya dari kecil lihat video lagu “Baby Shark” produknya Pink Fong. Bugi selalu tersenyum, padahal kan seharusnya hiu itu menakutkan. Hahai….

Ketahuan dan Wayang Sebelum Tidur
Bercerita tentang anak-anak yang susah tidur. Yang pertama karena bermain dengan boneka-bonekanya, yang kedua karena bermain membentuk bayangan seperti menonton wayang. Ini belum jadi area Kira. Dia juga pasti mendukung anak-anak itu, karena Kira pun paling nggak mau disuruh tidur.

Upik Bermain Bola
Upik kupu-kupu merasa badannya terlalu besar untuk bermain bola bersama kawan-kawannya. Ia sempat minder. Tapi ternyata, ia punya kelebihan yang tidak dimiliki kawan-kawan lain.

Padi Merah Jambu
Favorit.
foto oleh: Amalina

Saya dulu bilang sama suami, “Kalau Kira nanti mewarnai awan dengan warna merah jambu dan ditegur oleh gurunya, aku balik marahin, ya.”

Ahahahah…. Maksud saya adalah untuk memilih guru yang tidak membatasi imajinasi anak-anak. Memang kenapa kalau Kira nanti ingin warna biru untuk nasi, misal? Ya nggak apa-apa. Biarkanlah imajinasi si kecil mendominasi.

Dan kisah ini mengingatkan saya pada kata-kata itu.

Dewi Sri, dewi padi, sedang sakit. Ia pun meminta bantuan para katak untuk mewarnai padi. Tapi, para katak keliru mewarnai. Akhirnya, padi yang berwarna merah jambu dan biru membuat heboh para petani. Dewi Sri pun segera memperbaikinya.



Empat bintang untuk buku ini.

Judul: Dongeng Tujuh Menit
Penulis: Clara Ng
Penerbit: Gramedia
ISBN: 9789792280210
Dibaca satu hari, pas tahun baru.


Thursday, 12 January 2017

Boneka itu Tidak Benar-Benar Tidur (Review Naskah The Sleeping Doll karya Jeffery Deaver)



Sudah lama saya tidak berminat menulis ulasan buku. Waktu dan tenaga yang digunakan untuk menulis kesan terhadap sebuah buku bisa digunakan untuk membaca buku yang lain lagi.
Namun, menulis juga merupakan latihan. Dan merupakan peninggalan.

Ketika mengecek beberapa buku yang saya baca pada tahun-tahun sebelumnya, saya menemukan kenyataan bahwa sebagian besar isinya tidak bisa saya ingat. Saya terkesan sesaat setelah membaca, tapi kemudian lupa buku itu berkisah mengenai apa atau pelajaran apa yang saya uplik dari buku tersebut.

Berbarengan dengan itu, hadir RRC BBI 2017. Saya pernah ikut sekali sepertinya, duluuuu sekali. Baru kali ini saya melihat event RRC BBI pada awal tahun, dan berniat mengikutinya.

Dan jika ditunda—sejauh ini sudah lima buku—saya pasti tidak jadi melaksanakan niat baik ini.

Ini adalah buku kedua yang saya baca tahun 2017. Setelah membaca buku-buku beraroma manis, saya merasa penat dan butuh sentakkan. Maka, saya membongkar timbunan dan mencari buku thriller. Dan pilihan saya jatuh kepada The Sleeping Doll karya Jeffery Deaver.

Buku pertama Jeffery Deaver yang saya baca sebelum ini adalah Speaking in Tongues (Lidah Tak Bertulang).

***

Pada buku ini, Jeffery memperkenalkan tokoh utama baru, seorang interrogator bernama Kathryn Dance. Ia bertugas mewawancarai Daniel Pell, seorang penjahat yang delapan tahun lalu membunuh seluruh keluarga dan seorang rekannya dengan keji. Yang Daniel tidak tahu, di rumah itu masih ada seorang anak yang tidur di kamar, di antara boneka, saat pembunuhan tersebut terjadi. Anak itu dikenal dengan sebutan “Boneka Tidur”.

Ternyata, dalam pertemuan pertama tersebut, keduanya saling mempelajari dan mengakui keunggulan pengaruh tekanan dan pesona masing-masing. Cathryn mengakui Daniell memang karismatis dan Daniel mengakui Cathryn memang cerdas.

Setelah wawancara itu pula, Daniel Pell melarikan diri dan pembunuhan-pembunuhan pun kembali terjadi.

Sementara korban berjatuhan, Kathryn terus berusaha mengulik masa lalu Daniel Pell, mengumpulkan orang-orang yang pernah terkait dengan Daniel. Orang-orang yang pernah tinggal bersama Daniel: Samantha, Linda, dan Rebecca. Ketiganya, bersama Newberg—yang kemudian dibunuh Pell pernah tinggal bersama Pell dan disebut “Keluarga”. Atau, bisa juga disebut pengikut. Ketiganya sebenarnya sudah tidak mau ada urusan dengan Daniel Pell.

"Sungguh lucu bagaimana kau ingin lolos dari masa lalu. Rasanya seperti anjing yang dirantai. Tak peduli seberapa jauh ia berlari, ia tak pernah bisa bebas."--p. 408

Tapi, mereka juga tidak mau Daniel berkeliaran dan kembali membunuh.

Karena Daniel dianggap berkompeten menjadi pemimpin sekte—ia pernah memiliki ketiga wanita itu sebagai pengikut setia—FBI mengirim Winston Kellog, seorang ahli di bidang sekte. Kathryn juga mendapat bantuan dari Nigel, seorang penulis yang tertarik mengangkat kisah mengenai korban Pell yang selamat, si Boneka Tidur. Bahkan, Cathryn berupaya keras mencari tahu keberadaan si Boneka Tidur untuk mempelajari pola pikir Daniel yang tidak biasa.

Daniel memang tidak tampak seperti kebanyakan penjahat yang ditemui Kathryn. Sebagai pelarian, ia tidak memilih segera menjauh agar lolos dari pengejaran. Daniel justru masih berkeliaran di daerah tersebut. Kathryn memang membutuhkan bantuan dari segala sisi untuk mendapatkan setidaknya petunjuk untuk mengetahui alasan Daniel tetap di sana, dan berhasil menemukan Daniel pada targetnya yang berikutnya.

Dan kunci penyelesaian kasus ini memang ada pada kisah si Boneka Tidur. Lagi pula, ternyata malam itu ia tidak benar-benar tidur.

Tampaknya, semua orang memang pembohong….

***

Membaca buku ini seperti menonton film action. Polisi dan penjahat bukan hanya adu tindakan, tapi juga kepintaran. Dan, sama seperti buku pertamanya yang saya baca, di buku ini Jeffery tetap menjaga “kewarasan” para tokohnya. Maksud saya, nggak ada adegan sia-sia atau nggak banget. Tindakan yang diambil para tokohnya memang tindakan yang paling mungkin diambil jika kita berada pada posisi mereka.

Kisah seperti ini seringnya membuat saya bertanya-tanya: bagaimana jika saya berada pada posisi seperti itu?

Dan saat terjepit, Cathryn mengandalkan tebakannya atas informasi yang terkumpul. Iya, ia belum memastikan kebenarannya. Namun, kondisinya yang terjepit membuatnya bertaruh.

Menariknya, meskipun model buku ini adalah “penjahatnya ketahuan duluan”, Jeffery tetap menyisakan twist. Beberapa twist, bahkan. Dan Jeffery pandai membawa pembaca pada situasi yang dialami para tokoh. Sehingga ketika tokoh yang saya sukai terancam, saya ikut panik. Dan berharap tokoh itu akan baik-baik saja.

Mengikuti cara kerja Cathryn sebenarnya rada geregetan. Andalannya adalah mendeteksi kebohongan. Sepanjang buku, kita diberi penjelasan bagaimana ciri orang-orang yang berbohong—yang saya rasa aslinya tidak mudah dan butuh banyak pengalaman sebelum menjadi ahli.
"Orang cenderung tidak banyak berbohong saat bisa melihat diri sendiri.--p. 17"




Judul: The Sleeping Doll (Boneka Tidur)
Penulis: Jeffery Deaver
Penerbit: Gramedia
Tebal: 632 halaman.
Tahun terbit: 2007
ISBN: 9789792270440

Pages

There was an error in this gadget